Senin, 21 Oktober 2013

Satu kisah ketika kami (Aku, Adya, Arina dan Dita) mengunjungi kedutaan besar indonesia di Beijing pada saat perjalanan kami berlibur. Kami disambut oleh atase pendidikan RI untuk Beijing yaitu pak Chaerun Anwar, Beliau menyambut kami di kantornya bersama seorang staff nya bernama pak Riyanto yang telah 17 tahun berada di China ini. Kami banyak bercerita dengan pak Chaerun tentang China dan Indonesia mulai dari beasiswa pertukaran pelajar hingga perdagangan bebas yang terjalin antar kedua negara berkembang ini.
Satu pembicaraan kami yang menarik bagiku ialah ketika pak Chaerun menanyakan kepada kami tentang jurusan kami. Sontak kami semua menjawab kami dari jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, karena memang kami semua di jurusan yang sama hanya Adya merupakan angkatan 2007, Dita 2008 sedang Aku dan Arina ialah angkatan 2010, mendengar hal tersebut pak Chaerun tersenyum lalu mengatakan kepada kami bahwa kalian beruntung masuk ke dalam jurusan Hubungan Internasional karena banyak lahan pekerjaan yang tersedia bagi para lulusan ini khususnya yang berhubungan mengani hubungan antar negara.
Kami semakin tertarik mengenai apa yang di bicarakan oleh pak Chaerun, begitu kami memanggilnya. Karena memang banyak isu yang beredar di kalangan masyarakat khususnya mahasiswa mengenai apatisme lulusan-lulusan HI yang belum jelas masa depannya karena mungkin pemahaman mereka yang dangkal tentang apa dan bagaimana jurusan Hubungan Internasional ini. Selain itu mungkin Jurusan ini tidak secara spesifik mengarahkan lulusannya untuk masuk pada suatu lapangan pekerjaan tertentu tak seperti jurusan lain yang mungkin langsung menawarkan pekerjaan tertentu kepada lulusannya.
Jurusan Hubungan Internasional memang tidak secara spesifik mengarahkan lulusannya untuk masuk ke pekerjaan tertentu, namun Jurusan ini mengajaran kepada mahasiswanya mengenai soft skill yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja, tak hanya politik internasional ataupun diplomasi namun juga emotional skill yang diselipkan dalam setiap materinya. itu lah mengapa lulusan Hubungan Internasional dapat masuk ke berbagai lapangan pekerjaan seperti Wartawan, Dosen, bahkan Diplomat.
Kembali ke pembicaraan kami tadi, pak Chaerun menjelaskan bahwa di bidangnya di Atase Pendidikan ia memiliki staff yang kesemuanya lulusan HI karena memang mereka memiliki kemampuan khusus dalam bidang ini. Dan ia juga mengatakan lulusan HI tak harus masuk ke Kemenlu yang notabene berurusan dengan luar negeri. Di berbagai departemen pemerintah seperti departemen perdagangan dan departemen perdagangan, mereka memiliki biro luar negeri nya tersendiri yang berhubungan langsung mengenai bidang-bidang tersebut dengan luar negeri.
Nah pointnya adalah ternyata ada berbagai macam pekerjaan yang disediakan oleh berbagai departemen meskipun secara kasat mata departemen tersebut berurusan dengan dalam negeri. Tinggal mereka selaku mahasiswa jurusan Hubungan internasional untuk membuka mata mereka agar optimis dengan masa depan mereka dan menambah kualitas mereka sebagai seorang yang patut diperhitungkan untuk mendapat pekerjaan yang layak. jangan hanya jadi mahasiswa biasa yang lulus lalu tak memiliki modal plus untuk menunjang predikat mereka sebagai sarjana. bayangkan saja ada berapa perguruan tinggi yang memiliki prodi Hubungan Intenasional dan berapa lulusan mereka setiap tahunnya. belum lulusan dari jurusan lain yang juga dapat mengincar posisi-posisi tersebut.
Maka harapan penulis dengan tulisan ini ialah bagi mereka yang telah terlanjur masuk ke jurusan hubungan internasional janganlah berkecil hati karena kalian sesungguhnya telah “terjerumus ke jalan yang benar” dan terus tambah skill kalian agar menjadi pembeda dengan pesaing yang lain. semoga bermanfaat.
sumber: http://pbackpacker.blogspot.com/2012/07/lulusan-hubungan-internasional-mau-jadi.html
oleh
Akhmad Rifky Setya Anugrah
Mahasiswa HI UMY peraih beasiswa SIAS University, China

Tidak ada komentar:

Posting Komentar