Rabu, 16 Januari 2013

...

Kiat Memilih Baju Musim Dingin

Kiat-kiat berikut ini dapat membantu Anda dalam memilih:
Long john

Long john atau thermal underwear adalah pakaian lapis pertama yang menempel di kulit atau setelah pakaian dalam. Pakaian ini terbuat dari katun atau kadang dicampur dengan bahan polyester atau wol sehingga dapat menahan suhu tubuh agar tetap hangat. Bentuknya baju lengan panjang agak ketat dan celana panjang ketat semacam legging.

Ada juga long john yang satu potong, bagian atas dan bawah menyambung seperti baju bayi, dengan deretan kancing di bagian depan. Bila temperatur tidak terlalu dingin, dengan memakai long john ini Anda tidak perlu lagi jaket/sweater tebal sehingga lebih praktis dalam berkemas.
Jaket

Kalau long john masih kurang hangat, siapkan jaket. Sebaiknya jaket jangan asal tebal, tapi perhatikan bahannya. Justru beberapa jaket terlihat tidak tebal tapi sangat hangat. Biasanya jaket jenis ini bagian dalamnya berisi bulu angsa (swan feather). Anda bisa mengecek bahan dari labelnya, seberapa banyak persentase bulu angsa dalam jaket tersebut.

Jaket musim dingin kadang terlihat besar karena dijahit “menggelembung”, tapi lagi-lagi perhatikan bahannya di label. Bila terbuat dari dacron, kurang hangat dibanding bulu angsa. Pilihan lain adalah jaket dari kulit, flanel, atau wol tebal, tapi ini untuk temperatur belasan derajat Celcius saja. Panjang jaket juga beragam, ada yang seukuran pinggang/pinggul, ada yang selutut (overcoat). Tergantung Anda, lebih nyaman pakai yang mana.
Sweater/pullover

Di tempat dengan temperatur rendah, seringkali dibutuhkan beberapa lapis pakaian. Jaket biasanya digunakan saat ke luar ruangan, sementara saat di dalam ruangan, pakaian lapis kedua adalah sweater atau pullover.

Bisa juga jaket dan sweater dipakai bersamaan bila temperatur minus. Baju hangat lengan panjang ini umumnya terbuat dari wol, dengan atau tanpa turtle neck. Beberapa sweater dibuat dengan teknik rajut sehingga walaupun tebal tidak cocok untuk daerah berangin karena memiliki lubang-lubang kecil di sela-sela rajutan. Bila wol dianggap terlalu tebal, pilih yang berbahan fleece.
Bawahan

Sebaiknya hindari pemakaian jins di daerah dingin karena bahan jins bisa jadi tidak membuat hangat, malah berat karena basah terkena salju dan susah keringnya. Akan lebih baik memakai celana yang terbuat dari kain tebal atau wol. Untuk sepatu, boots adalah pilihan terbaik.

Jika tidak, pakailah sepatu tertutup dan kenakan kaus kaki atau stocking. Karena salju itu licin, pilihan saya adalah sepatu hiking karena bagian alasnya bergerigi sehingga tidak mudah slip. Kaus kaki pun ada yang terbuat dari bahan tebal dengan model jahitan khusus yang membuat kaki terasa hangat dan nyaman, contohnya kaus kaki untuk trekking.
Aksesoris

Beberapa aksesoris yang sebaiknya disiapkan adalah syal, topi, penutup telinga, dan sarung tangan. Syal di sini bukan syal gaya berupa selembar kain atau rajutan panjang yang sedang nge-trend di Indonesia, tetapi syal yang berfungsi untuk menghangatkan.

Biasanya terbuat dari wol yang lumayan tebal dan cukup panjang untuk dililitkan beberapa lapis di leher. Topi memang berfungsi untuk menghangatkan kepala, tapi ada baiknya memilih topi wol yang juga bisa dipakai untuk menghangatkan telinga karena telinga adalah bagian tubuh yang sangat rentan dengan hawa dingin.

Alternatif lain adalah penutup telinga yang bentuknya seperti ear phone di mana bagian penutup telinganya terbuat dari wol atau bahan sintetis. Untuk sarung tangan, pilih yang benar-benar lekat di jari sehingga tidak menyulitkan gerakan. Pilih bahan yang terbuat dari kulit, wol, maupun fleece.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar